Pendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanTeknologi Pendidikan IndonesiaSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaBerita Pendidikan IndonesiaPenelitian Indonesia
 Home & Jaringan Kita
 Sekolah & Lembaga
 Berita Pengangguran
 Manajemen Pendidikan
  

Manageing Basic Education
  
 Inovasi Pendidikan Baru
  
Inovasi Pendidikan

  
 Pendidikan Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan
  
 Aviasi Untuk Masyarakat
  
Penerbangan Jasa Raryat

  
 Perguruan Tinggi
  

Perguruan Tinggi HP
[ PTHP.Net ]

Perguruan Tinggi (PT) termasuk semua jenis pendidikan setelah Sekolah Menengah (Swasta dan Negeri). Perguruan Tinggi bertanggungjawab untuk menjaminkan seorang mahasiswa/i akan mencapai suatu sukses di lapangan kerja dan menerapkan ilmu serta memiliki kemampuan sosial yang cukup untuk menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang positive. Mahasiswa/i yang lulusan PT seharusnya mampu meningkatkan mutu hidup untuk lingkungannya maupun negaranya. Isinya di-update hampir setiap hari.



  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Menganai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  

Menganggur, Apakah Itu Cita-Cita Anda?
Strategi2 Khusus Pelajar, Kunci Bangun SDM, & Survey Pengangguran

STRATEGI-STATEGI UNTUK SEKOLAH & KAMPUS

Saran ini (dari FB saya) dipasang di sini karena dapat membantu orang-orang di lapangan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah mereka (2 Agustus, 2010):

Re: Gatot Hari Priowirjanto "dear philip, kalau yg saya amati, tingkat awal adalah penjelasan yg ...jelas dan memberikan contoh serta dampaknya dan di cari sukarelawan yg mau mengerjakan program ini....baru kemudian mereka mengikuti program yg sdh jalan...ini hukum alam...di bidang apapun menurut saya..."

Memang setuju pak... (MBS & PAKEM)

Dulu tahun 1998-9 saya membuat situs http://SSEP.Net/ untuk membagi informasi mengenai hasilnya proyek-nya. Agak lucu kalau dilihat sekarang.... Tetapi masih bermanfaat....

Contoh sekolah yang dapat mencapaikan Lab Komputer (tahun 1998 di daerah miskin) dapat dibaca di http://ssep.net/wonosarii.html

Kepala Sekolah pada waktu itu sangat kreatif (mungkin ada yang bilang bandel), tetapi saya salut beliau dan berharap segenerasi penuh KS seperti beliau - bermotivasi tinggi. KS yang bermutu adalah "key factor" kalau ingin sekolah-sekolah kita berkembang. Walapun sudah menjalankan Kurikulum 94 beliau masih dapat mengurus beberapa mata pelajaran keterampilan di SMU/SMAnya. Mereka tidak hanya mengajar bahasa Inggris secara serius, mereka juga membuat publikasi-publikasi yang dibagi ke sekolah lain - hebat kan?

Selama 16 tahun terakhir ini (sejak tahun 94) Kemendikanas belum mengatasi masalah-masalah SMA, di mana 70% siswa setiap tahun harus mencari pekerjaan tampa keterampilan. Saya tanya lagi, mengapa SMA/SMK?

Semua pelajar membutuh keterampilan, maupun harus ada keterampilan di SMA juga untuk membantu mereka yang menjadi lulusan PT di lapangan, kan? Salah satu masalah lulusan PT, selain mereka kurang kreatif dan inovatif (karena pembelajaran pasif), adalah mereka juga tidak mempunyai "skills" - hanya knowledge, yang belum tentu begitu relevan. Kayaknya begitu kalau 60% lulusan PT menganggur, kan?

Semoga contoh di SMU Wonosari 2 (di atas) dapat membantu...

Contoh Proses SBM (MBS)...

http://mbeproject.net/mbs.html

http://ssep.net/director.html

Semoga bermanfaat

Salam Pendidikan

Re dampaknya PAKEM & MBS...

Sebenarnya di semua edisi Suara MBE terakhir ada buktinya mengenai keuntungan MBS dan PAKEM, ini adalah salah satu contoh... http://mbeproject.net/mbe56.html

Ada satu halaman lagi dengan statistik konkrit, tetapi sudah malam, jam 1.23 pagi dan saya perlu tidur. Membaca saja semuanya, sangat menarik.

Terus terang, waktu saya berwawancara bersama orang tua anak-anak zaman SSEP (1998-2000), beberapa kali saya mulai menangis, apa lagi setelah beberapa hari di jalan berwawancara terus saya capai dan tidak tahan lagi (ya saya manusia juga). Aspirasi-nya ortu untuk anak-anak mereka di desa adalah sangat sederhana, tetapi Manajemen Pendidikan Kita tidak dapat menjaminkan pendidikan dasar yang bermutu untuk anak-anak mereka. Maupun saya sering ingat renovasi-renovasi yang dilakukan terus di Depdiknas pada waktu itu, dibanding keadaan sekolah SD yang betul-betul rusak, memang buat sedih.. Lebih baik sekarang?

"Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak!

Kapan kita akan mulai serius menghadapi isu-isu yang betul penting...?

Salam Pendidikan

Re: "tingkat awal"

"tingkat awal adalah penjelasan yg jelas dan memberikan contoh serta dampaknya"

Ya, saya masih menunggu penjelasan dan buktinya keuntungan oleh menjalankan program online e-learning, yang kelihatannya hanya mengulangkan pembelajaran pasif berbasis-hafalan (Behaviorisme).
http://teknologipendidikan.com/kreativitas.html

Apalagi berapa sekolah yang dapat memanfaatkan?
http://teknologipendidikan.com/rasiokomputer.html

Kapan kita akan mengaktifkan proses pembelajaran pak?

Salam Pendidikan

"60 Persen Lulusan PT Menganggur"

Surabaya, Kompas - "Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah perlu segera mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi".

Ini adalah respons yang sangat tipikal dan jelas dari yang dikatakan "dari akademis ke vokasi" kayaknya mereka anggap bahwa pendidikan akademis (di PT) bukan pendidikan vokasi. Ini berbasis apa sebetulnya?

Saya sendiri tidak dapat membayangkan pendidikan sejenispun yang tidak mengarah ke vokasi, jadi semua pendidikan adalah pendidikan kejuruan. Misalnya Dokter saja belajar kedokteran supaya dapa bekerja sebagai dokter, kan? Belajar Engineering untuk apa? Belajar Jurusan Pendidikan untuk apa? Dan seterusnya.....

Di bawah adalah diskusi kemarin bersama Pak Gatot Hari Priowirjanto mengenai isu Mencetak SDM. Masalah kita bukan isu "akademis ke vokasi", semua pendidikan kita sudah pendidikan vokasi. Masalah-nya adalah cara yang kita melaksanakan pendidikan yang tidak mengembangkan SDM yang dapat mandiri, kreatif, maupun inovatif karena masih berbasis-hafalan. Tidak Kontekstual dan Aktif.

Kalau ingin melakukan perubahan emfasis dari "akademis ke vokasi", apa maksudnya ada banyak lowongan yang menunggu orang "vocasi"? Di mana? Kita sangat perlu SDM yang interlektual dan kreatif untuk membangun industri dan kesempatan baru, kan?

Mencetak SDM (Diskusi Bersama Pak Gatot Hari Priowirjanto)
23-Juli, 2010

Eko Budi Purnama:
bagus itu pak, tapi bgm dg peningkatan sdm guru SD, apa ada pak? spy pendidikan kita maju dari level bawah smpai atas sbb pndidikan SD itu pengenalan ilmu & karaktek, tolong pak jk ada infokan pada sy atau emailkan: eko_teacher2000@yahoo.com untuk memajukan pendidikan ditingkat dasar.kutunggu info selanjutnya pak !

Phillip Rekdale @Pak Gatot - Re: "mencetak sdm"
Kami sudah sering membahas isu arah pendidikan di Indonesia di FB saya dan arah-nya betul sangat membingungkan. Bukan kreativitas dan inovasi adalah tujuan utama? Apa hasilnya kalau kita "mencetak sdm"? Tidak semua SDM mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang sama? Mungkin ini sebabnya 30.000 SDM yang mempunyai sarjana di Bekasi saja menganggur?

Kita perlu SDM yang berbeda-beda, yang dapat melihat peluang dan adalah inovatif untuk membangun sesuatu baru, yang dapat mengatasi tantangan secara baru, bukan hanya menghadapi semuanya dengan knowledge yang sama kan? Akhirnya menganggur.....

Pembelajaran di PT, seperti pembelajaran di semua tingkat pendidikan harus aktif dan sangat terkait dengan dunia nyata (kontekstual) maupun memberi kesempatan dalam pembelajaran untuk memanfaatakan dan membangun kreativitas dan inovasi sendiri.

Apakah tujuan kita adalah "mencetak sdm"? Dari kasus di Bekasi saja saya kita kita jelas sudah mencapaikan tujuan itu kan? Kita perlu pendidikan yang dapat membangunkan manusia-nya kan?

Salam Pendidikan
http://Pendidikan.Net/

Phillip Rekdale @Eko Budi Purnama
"bagus itu pak, tapi bgm dg peningkatan sdm guru SD, apa ada pak? spy pendidikan kita maju dari level bawah smpai atas sbb pndidikan SD itu pengenalan ilmu"

Memang pendidikan kita sangat perlu mempunyai arah dan philosophy yang sesuai dengan zaman yang dapat membangun semua SDM sesuai dengan kemampuan yang berbeda-beda, yang tidak dapat dinilaiakan oleh pertanyaan "multiple-choice" (Behaviorisme), misalnya. Salah satu masalah sekarang adalah kita betul mengarahakan pendidikan untuk "mencetak sdm" kan?

Meliaikan semua pelajar oleh kriteria yang sama, padahal semua manusia (SDM) adalah berbeda dengan kemampuan individual yang berbeda, yang perlu dimaksimalkan, kan?

"Learning and the Changing Needs of The 21st Century"
http://teknologipendidikan.com/21stcenturylearning.html

"Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar :: Pembelajaran Aktif"
http://teknologipendidikan.com/mengaktifkansiswa.html

Pembelajaran Aktif di semua tingkat adalah solusinya, bukan meng-copy sistem dari negara lain, yang mungkin diganti lagi tahun depan.

Kita perlu membangun philosophy pendidikan yang konsisten dan sesuai dengan "Best Practices Secara Global" - Pembelajaran Aktif dan Kontekstual, yang betul diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan kita.

Salam Pendidikan

Arief Budiyanto:
isu pengembangan SDM sudah 10 tahun bahkan lebih.... hasilnya Indonesia blm punya format yang jelas. pendapat bos philip sangat baik ketika peningkan SDM harus dilaksanakan sangat menyeluh dan terintegrasi sampai jejang bawah bahkan bukan hanya SD sampai pada PAUD kalau mungkin. Jepang bisa bangkit setelah perang dunia ke 2 karena komit membangun SDM tak setengah hati dan format jelas.

Gatot Hari Priowirjanto:
@all, terimakasih masukannya, ayo kita kerjakan disekitar kita dengan tangan yg kita punya, memang tidak sempurna....arah sudah jelas dalam renstra 201-2015, tinggal menjabarkan dan kita bantu fokus...indonesia terlalu luas...klo kita bisa buat regional2 kecil seperti taiwan, dimana anak2 yg terpadai dan pt serta lembaga pendidikan nya mikirin putra putri daerah nya dgn pol cross cultur dan cross country...akan mempercepat hal ini... semua itu proses...berkeluh kesah nggak ada gunanya..:)....

Phillip Rekdale Selemat Pagi Pak Gatot
Re: "arah sudah jelas dalam renstra 201-2015"

Saya baru coba membuka "Rencana Strategis" - Kosong!
http://www.kemdiknas.go.id/media--publik/rencana-strategis.aspx

Saya juga coba "Perencanaan dan Anggaran" - Juga kosong!
http://www.kemdiknas.go.id/pendidikan-daerah/perencanaan-dan-anggaran.aspx#pengumuman

Rancangan Draf Renstra Depdiknas 2010 – 2014 - Sangat Umum
http://creativesimo.wordpress.com/2009/11/13/rancangan-draf-renstra-depdiknas-2010-2014/

Mungkin saya kena masalah teknis :-)

Salam Pendidikan

Phillip Rekdale @Pak Gatot
Re: "sma dan smk nya...cukup menarik sekarang 50 % : 50 %"

Mengapa ada SMA-SMK? Kurikulum 1984 sebelumnya jauh lebih baik kan, di mana di SMU juga menyediakan keterampilan maupun akademik?

70% lulusan dari SMA masih mencari pekerjaan tanpa keterampilan kan?
http://jurnal.pendidikan.net/jurnal2.html#akhirnya

Lulusan SMA masih sulit mencari pekerjaan, dan Lulusan SMK masih dianggap Lulusan Pendidikan Tukang kan? Tetapi.... "Lulusan SMA Ditolak, SMK Diprioritaskan" ?
http://beritapendidikan.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=2312

Tetapi, tetap diskriminasi kan?

Salam Pendidikan
http://Pendidikan.Net/

Gatot Hari Priowirjanto: p hilip dkk, terimakasih masukannya, memang perubahan selalu terjadi dgn perputaran waktu dan kecenderungan setiap kabinet punya program yg berkembang sesuai dgn jamannya, dan ini berdampak terhadap pola pengembangan pendidikan..

menurut kami..bgmn mendorong siswa mempunyai kemampuan utk mengembangkan diri melalui pendidikan sehingga bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan...karena dgn situasi seperti sekaran...hanya mereka yg konsisten menguasai bidang tertentu yg terupdate secara kontinu yg bisa survive...bagi mereka yg take for granted ...akan tergeser pelan2 dan kita semua tahu ..akhirnya mereka kemana..:)

any way ..mari kita kerjakan yg terbaik sesuai dgn kerjaan yg kita hadapi di depan kita...

Phillip Rekdale @Pak Gatot - Re: "mari kita kerjakan yg terbaik"
Amin.......
Salam Pendidikan

Paulus Bw:
Pak Phillip, Yang penting lulusan itu tertampung setelah lulus. Masalahnya antara Pendidikan dan Industri belum sinkron informasinya.

Phillip Rekdale @Paulus Bw - Terima kasih

Re: "Masalahnya antara Pendidikan dan Industri belum sinkron informasinya."

Ya memang, apalagi prakteknya sangat sedikit. Kalau balik ke saran saya pertama di topik ini:

'Mungkin ini sebabnya 30.000 SDM yang mempunyai sarjana di Bekasi saja menganggur?

Kita perlu SDM yang berbeda-beda, yang dapat melihat peluang dan adalah inovatif untuk membangun sesuatu baru, yang dapat mengatasi tantangan secara baru, bukan hanya menghadapi semuanya dengan knowledge yang sama kan? Akhirnya menganggur.....

Pembelajaran di PT, seperti pembelajaran di semua tingkat pendidikan harus aktif dan sangat terkait dengan dunia nyata (kontekstual) maupun memberi kesempatan dalam pembelajaran untuk memanfaatakan dan membangun kreativitas dan inovasi sendiri.

Apakah tujuan kita adalah "mencetak sdm"? Dari kasus di Bekasi saja saya kira kita jelas sudah mencapaikan tujuan itu kan? Kita perlu pendidikan yang dapat membangunkan manusia-nya kan?'

Walapun "sinkron", barangkali masih ada kurang banyak lowongan di lapangan konvensional - pabrik/kantor/dll. Lulusan kita sangat perlu kreativitas, inovasi, entrepenurial skills, dan PD yang hanya dapat dicapaikan oleh pengalaman problem-solving dan perkembangan diri dalam proses pembelajaran.

Re: "informasinya" - Pengetahuan (knowledge) dan informasi memang tidak begitu bermanfaat tanpa kreativitas dan inovasi - ini yang paling penting, dan perlu diutamakan menurut saya (bukan informasi). Kita sudah terlalu lama hidup di dunia "pendidikan hafalan".

Apalagi pengalaman dosen-dosen kita sendiri di industri juga adalah isu yang sangat dapat mempengaruhi mutu pendidikannya. Kalau hanya berbasis-teori apakah bermanfaat? Apalagi dari pengalaman saya di kampus di sini teorinya juga dari negara lain di mana konteksnya adalah jauh berbeda. Relevan?

Salam Pendidikan

P.S.

Pembelajaran terbaik:
"Learning and the Changing Needs of The 21st Century"
http://teknologipendidikan.com/21stcenturylearning.html

"Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar :: Pembelajaran Aktif"
http://teknologipendidikan.com/mengaktifkansiswa.html

Mahasiswa/i Centered Learning, bukan Dosen, LCD, atau Komputer Centered Leaning. Itu Mahasiswa/i-nya yang harus bisa akhirnya kan?

Programmed learning yang berbasis-Behaviorisme hanya mengulangkan proses lama kita - Pendidikan Hafalan :-)

Salam Pendidikan

Gatot Hari Priowirjanto @p philip,
anda benar dgn semua yg anda jelaskan, masalhnya kita ini terlalu banyak yg lulus, yg lahir, dan terlalu sedikit lapangan kerja, benar bhw pembelajaran adalah hafalan...tapi ndak mau mikir dgn benar..dan cari kenapa suatu proses itu terjadi...tapi dgn adanya internet, dan perubahan cara pikir dan pandang siswa dan mhs sebagai pembelajar aktif dan menjari jawaban nya di intternet dan di manapun ..mungkin bisa merubah ..walaupun sedikit...yg bisa jalan..itu pun lebih baik dari pada saat ini...

Phillip Rekdale @Gatot Hari Priowirjanto - Terima kasih

Re: "tapi dgn adanya internet, dan perubahan cara pikir"

Memang ada banyak informasi di Internet, tetapi hampir semuanya yang "mungkin" dapat membuka atau merubah "cara pikir" adalah di dalam bahasa Inggris, dan tanpa bahasa Inggris negara kita masih buta.

Setiap hari saya mencari "reference" dan informasi mengenai isu-isu terkait mutu pendidikan dalam bahasa Indonesia dan itu sulit sekali.

Re: "sebagai pembelajar aktif dan menjari jawaban nya di intternet "

Aktif-nya hanya motor-skills, goyangin mouse dan tekan keyboard. Dalam proses yang betul aktif mahasiswa/i-nya mencari jawaban dari memecahkan problemnya sendiri dalam konteks yang relevan. Mencari jawaban dari Internet (orang lain) adalah proses yang sangat pasif, kecuali kalau mahasiswa/i-nya mempunyai kemampuan analisis, evaluasi, sintesis, dan kreativitas untuk menggunakan jawaban itu. http://beritapendidikan.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=11&artid=2094

Jawaban-nya sendiri dalam pendidikan bukan isu yang begitu penting. "Proses yang kita belajar dalam pembelajaran yang penting", ini yang akan menyiapkan pelajar untuk berfunksi secara kreatif selama hidup. Dari pendidikan yang bermutu "kita berharap banyak jawaban baru", yang kreatif dan inovatif.....

Internet adalah sumber informasi, bukan harapan kita untuk merubah "cara pikir". Kalau ingin merubah "cara pikir" kita perlu merubah cara kita melaksanakan pendidikan kita.

Salam Pendidikan

Gatot Hari Priowirjanto
p philip, benar sekali, proses itu penting dalam merubah pola pikir seseortang, dgn skill bgmn mencari , mengolah, dan mengkompilasi suatu informasi, saya kira ..anak yg mempunyai kemampuan tersebut akan bisa relatif mudah melihat peluang2 yg ada bila mau...selain itu pendidikan itu adalah utk meningkatkan pendapatan dari suatu keluarga, bila pendidikan /training tersebut tepat dgn keperluan pasar atau match dgn kebutuhan... hal lain mungkin mendorong seseorang utk lebih bisa berkarya dan berproduksi lebih tinggi lagi...karena adanya bench mark ..terhadap suatu kondisi...
any way..mendorong, meng encourage, meprovokasi, menginduksi utk suatu perubahan yg lebbih baik melalui pendidikan saya kitra akan merubah seseoran.sekelompok/senegara....

selamat berakhir minggu...

Dapat dibaca secara lengkap di Facebook Saya

Suara Anda

Sekolah.BertarafNasional.Com

Jurnal Pendidikan Network

Informasi Beasiswa Beasiswa
Beasiswa2 / Scholarships
Mendaftar di
Mailing List Pendidikan Network
Mailing List Home

Search Pendidikan Network
       powered by FreeFind

E-Mail: HelpDesk@Menganggur.Com
Pendidikan Network Indonesia
Online Sejak Juni, 1998
Copyright © 1998-2010



 Mengapa Menganggur?
  

Mengapa Menganggur?

  
 Mencari Pekerjaan
  

Mencari Pekerjaan

  
 Memasang Lowongan
  

Memasang Iklan Lowongan

  
 Mutasi Guru & Dosen
  
Keinginan Mutasi Guru & Dosen
  
 Pendidikan Sebabnya?
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Pelajaran Berbasis-ICT?
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi

  
 Perpustakaan Sekolah?
  
Perpustakaan Sekolah

  
 E-MajalaH Tekno Online
  
E-MajalaH Online

  
 Website / Kegiatan Kami
  
Sains.TV

TV Pendidikan

E-Pemerintah - Menuju E-Government

Mad Scientist

  
 International Education
  

Enter University



  
 Pojok - Pojok Kita
  
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU

  
 Saran/Chat/Info Online
  
  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!