 |
|
 |
|
| News / Reference Pendidikan |
|
| |
| Mendiknas : Dana Pendidikan Masih Terlalu Kecil | | By admin |
| Wednesday, June 23, 2010 11:20:00 |
Clicks: 1219 |
 |
 |
|
|
Mendiknas : Dana Pendidikan Masih Terlalu Kecil
Rabu, 23 Juni 2010 11:20 WIB
Penulis : Cornelius Eko Susanto
JAKARTA-MI: Sekitar 70% anggaran pendidikan habis dipergunakan untuk alokasi peningkatan gaji dan tunjangan bagi guru dan dosen.
Faktor ini yang menjadi penyebab biaya pendidikan di negara ini masih mahal kendati pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Atau senilai Rp214 triliun pada tahun ini.
Demikian Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengemukakan hal itu, usai membuka International Conference on Best Practice II, Selasa (22/6) sore, di Jakarta.
Alokasi dana bagi gaji dan tunjangan guru bakal lebih menggelembung dari tahun ke tahun, seiring dengan semakin banyaknya tenaga pengajar yang memperoleh sertifikat kompetensi. Nuh mengatakan, sesuai ketentuan, guru yang memperoleh sertifikat tersebut, berhak mendapat tunjangan senilai gaji pokok.
Dia memberi gambaran, terdapat kurang lebih 2,6 juta guru di Indonesia. Jika semua guru sudah memperoleh sertifikasi, maka pemerintah wajib menggelontorkan dana tunjangan bagi mereka sekitar Rp62 triliun.
Ini yang menyebabkan dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan makin kurang dan otomatis biaya pendidikan tetap tinggi, imbuhnya.
Di samping dipotong untuk alokasi tunjangan, alokasi 30% dana pendidikan yang tersisa, masih dipotong lagi untuk alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebanyak 10% atau jumlahnya berkisar antara Rp15-20 triliun.
Kemudian dipotong lagi untuk beasiswa sekitar 3,5% dan kewajiban memasukan ke kas negara dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) di tingkat perguruan tinggi.
Praktis, lanjut Nuh, dana pendidikan yang tersisa dari tahun ke tahun hanya berkisar sekitar 15% atau kurang lebih jumlahnya tidak jauh dari Rp100 triliun.
Padahal, lanjut Nuh, jumlah itu tidak semuanya dipegang Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi masih dibagi lagi dengan Kementerian Agama dan sejumlah instansi lain.
Inilah yang menyebabkan kita tidak punya dana untuk hal sekedar unttuk memperbaiki sekolah-sekolah yang bangunannya hampir ambruk, sebutnya. (Tlc/OL-9)
Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/23/150888/
88/14/Mendiknas-Dana-Pendidikan-Masih-Terlalu-Kecil
Pertanyaan Webmaster:
Kapan 'Dana Pendidikan' akan cukup kalau: 'Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemenDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah' (ICW) 'Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya.' ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009).
http://pendidikan.net/index.html#5langkah
'2014, Anggaran Pendidikan Rp 330 Triliun'
Apakah ini akan cukup? Yakin?
http://menganggur.com/2249.html
Salam Pendidikan
|
| |
|
| More Reference Pendidikan Berita |
. Esemka Harus Picu Inovasi Perguruan Tinggi . Tiga Pesan Penting di Balik Kiat Esemka . Robot Karya Mahasiswa UGM Bisa Deteksi Korban Bencana . Wajib Belajar 9 Tahun Ditarget 100 Persen pada 2012 . Jadi Guru yang Menyenangkan? Ini Tipsnya! . Akhirnya, Hanya Siswa Lulus UN Berhak Masuk PTN... . Pemerintah Dorong Inisiatif Siswa SMK . Hentikan Program Pendidikan Berkarakter! . Upaya Membangun Sekolah Aman . Kurikulum Bias Jender
|
|
|
 |
|
| Mengapa Menganggur? |
|
| |

| |
|
| Mencari Pekerjaan |
|
| |

| |
|
| Memasang Lowongan |
|
| |

| |
|
| Mutasi Guru & Dosen |
|
| |  | |
|
| Pendidikan Sebabnya? |
|
| |  | |
|
| Perpustakaan Sekolah? |
|
| |

| |
|
| E-MajalaH Tekno Online |
|
| |

| |
|
| International Education |
|
| |


| |
|
 |
|  |